Jumat, 20 Mei 2011

Lirik Lagu Habib Syech




Alfa Shollallah
Alfa Shollallah ‘Ala Zainil Wujud ۞ Man Sakan Thoibah Wa Khoyam Fizarud
Yaa Muhaimin Ya Salam Ya Salam ۞ Arina Wajhal Habiibi Fil Manam
Walana Fiiman Munadii Ya Salam ۞ Goiro Thohal Musthofaa Ahlil Kirom
Robbi Mati’na Bidikri Da’iman ۞ Abadan Hatta Ataa Nujuula Zaman
Robbi Anzilna Ya Alloh Ya Robbi ۞
 
Robbi Anzilna Bi Firdausi Ma’ah ۞ Ma Lana Illa Hibbi Min Qhorom
Robbana Anta Karimu Wa Mujiib ۞ Fas Tajib Haadza Du’ana Biddawam
Robbanar Dzuqna Ya Alloh Ya Robbi

ALLOHUMMA SOLLI ‘ALA MUHAMMAD


YAA ROBBI SOLLI ‘ALAIIHI WA SALIM¯ALLOHUMMA SOLLI ‘ALA MUHAMMAD
 YAA AKROMAL KHOLQI MANAQUULU
¯INQIILA ZURTUM BIMA ROJA’TUM
 WAJTAMA’AL FAR’U WAL’USHUULU
¯QUULUU ROJA’NAA BIKULLI KHOIRI
 MAA THOBA’AISYII WALA WUJUUDI
¯LAULAKA YAAZIINATAL WUJUUDI
 WALA RUKUU’I WALA SUJUUDI
¯WALA TARONNAMTU FI SHOLATII
 ‘UUDII LIYAKHDHURO MINKA ‘UUDI
¯AYAA LAYALI RRIDHO ‘ALAINA
 BIL MUSHTOFAA THOIBIL JUDUUDI
¯‘UUDI ‘ALAINA BIKULLI KHOIRI
 WA AALIHIR RUKKO’I SUJUDI
¯TSUMMA SHOLATU ‘ALA NABIINA


ASSALAMU'ALAIK


ASSALAMU’ALAIK ۞ ZAINAL ANBIYA
ASSALAMU’ALAIK ۞ ATQOL AQIYA

ASSALAMU’ALAIK ۞ AHMAD YAA HABIIBI
ASSALAMU’ALAIK ۞ TOOHA YAA TOBIIBII
ASSALAMU’ALAL ۞ MUSAFFA’IFIL QIYAMAH
ASSALAMU’ALAIK ۞ ASSALAMU’ALAIK

ASSALAMU’ALAL ۞ MUSAFFA’IFIL QIYAMAH
ASSALAMU’ALAL ۞ MUDHOLLALI BIL GHOMAMAH
ASSALAMU’ALAL ۞ MUTAWWAJI BIL KAROMAH
ASSALAMU’ALAIK ۞ ASSALAMU’ALAIK

YAA ROSULLOLLAH YAA YAA NABI ۞ LAKA SYAFAA’AH WA HADAMATHLABI
ANTAL MURTAJA YAUMAZZIHAM ۞ ISYFA’LAANA YAA KHOIROL’ANAM
ISYFA’LANA LANA YAA HABIIBINA ۞ LAKA SYAFA’AH YA ROSUULOLLAH
YAA YAA NABI YAA NABI



AHMAD YA HABIIBI


AHMMAD YA HABIIBI ۞ SALAM ALAIKA
YA ‘AUNAL GHORIIB ۞ SALAM ALAIKA
AMNUW WA SALAMUN ۞ SALAM ALAIKA
DIINUKAL ISLAMU ۞ SALAM ALAIKA
JI’TABIL QURANI ۞ SALAM ALAIKA
MIN ‘INDIRROH MAANI ۞ SALAM ALAIKA
JI’TABITAU HIIDI ۞ SALAM ALAIKA
FUZTA BITTAMJIIDI ۞ SALAM ALAIKA
WANILNAL KHOIROTI ۞ SALAM ALAIKA
FII MINAA WA’AROFATI ۞ SALAM ALAIKA
WAMAHAUNAS SAYI’ATI ۞ SALAM ALAIKA
BIROJMIL JAMAROTI ۞ SALAM ALAIKA



Ya Hana na


dzoharoddiinul muayyad ۞ bidzhuhuurin nabi ahmad
ya hana na nabi muhammad ۞ dzalikal fadhlu minallah
ya hana na

khusho bissab’il matsani ۞ wa hawa luthfal ma’ani
ma lahu fil kholqi tsani ۞ wa a’laihi anzalallah
ya hana na

min makkatillamma dzohar ۞ liajlihin syaqqal qomar
waf takhorot aalu mudhor ۞ bihi ala kullil anam
ya hana na

athyabunnasi kholqon ۞ wa ajallunnasi khuluqon
dzikruhu ghorbaw wa syarqon۞ saa iruw walhamdu lillah
ya hana na

shollu a’la khoiril anami ۞ al musthofa badrittamami
shollu a’laihi wasallimu ۞ yasyfa’ lana yaumazzihami
ya hana na




Ketika Akhwat dan ikhwan Jatuh Cinta

Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “Akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akhfulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risih. Afwan, terus terang juga tersinggung. Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan, “Ia jatuh cinta pada ana”.

Mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar Ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang Anti bayangkan”, Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

“Afwan, ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini”, sang akhwat kini mulai tersedak terbata.

“Ya sudah ana berharap Anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini”. Mas’ul itu membuat keputusan, “Ana akan ajak bicara langsung akh fulan”.

Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas’ul tersebut mendatangi fulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, “Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?”

Sang mas’ul berusaha menanggapinya searif mungkin. “Ana tidak menyalahkan perasaan Antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah Antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu? Apakah Antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari Antum? Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah Antum menyampaikan kepada pembina Antum untuk diseriuskan? Apakah Antum sudah siap berkeluarga? Apakah Antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan Antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????“, Mas’ul tersebut membuat penekanan substansial.

“Akhi bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan”, tambahnya.

*****
Cinta Aktivis Dakwah
Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?

Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.

Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta
tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.

Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yang jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah.

Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini, akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yang berdiri sendiri..

Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yang sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta???
Jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Deklarasi Cinta
Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang
cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja
keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.

Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik “asing” dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan misteri. Pertanyaan sederhana, “Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?”, dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.

Pernyataan ‘Nikah dulu baru pacaran’masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, “Bagaimana caranya, emang bisa?”. Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.

Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada Sang Penguasa. Cinta yang diberkahi karena taat pada sang penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga
dakwah hari ini.

Epilog
Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita.Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.

Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawadah, warahmah.

Jadi, sudah berani jatuh cinta??
==========================
=============

Diambil dari Majalah Al Izzah edisi 11/th4/Jan 2005 M

Keuntungan Menikah Untuk ikhwan


Menjalin hubungan bertahun-tahun bukan jaminan pasangan akan mengajak Anda untuk segera menikah. Banyak pria yang terlalu menikmati masa pacarannya dan tidak terlalu memikirkan untuk membawa hubungan ke arah yang lebih serius. Bahkan ada beberapa pria yang bisa dikatakan ‘fobia’ komitmen.
Tapi, menurut John Gray Ph.D, psikolog dan penulis buku Men are from Mars, Women are from Venus, ketika hati telah mantap berkomitmen, pria justru merasa lebih tentram menjalani kehidupan. Ada beberapa alasan yang dapat pria pertimbangkan untuk segera mengakhiri masa lajang.
Berikut enam keuntungan yang bisa diperoleh pria dalam perkawinan seperti dikutip dari AskMen.com:


Bikin panjang umur
Salah satu cara meningkatkan hidup lebih lama adalah dengan cara menikah. Berbagai penelitian telah menunjukkan, pria yang bahagia dalam pernikahan cenderung hidup lebih lama dari rekan-rekannya yang masih lajang.
Sebagai contoh, sebuah studi 2006 yang dilakukan peneliti di University of California berpendapat, para lajang lima kali lebih mungkin meninggal karena penyakit menular seksual, dan hampir 40% lebih cenderung meninggal karena penyakit jantung. Studi lain menunjukkan, tingkat kematian 250% lebih tinggi dialami pria lajang daripada pria yang sudah menikah.

Memberi pengalaman berharga menjadi orangtua
Memiliki anak-anak adalah alasan lain seorang pria untuk menikah. Menjadi seorang ayah adalah pengalaman dimensi kemanusiaan yang hampir diinginkan setiap pria. Dan perkawinan adalah lingkungan paling stabil dan aman untuk memulai sebuah keluarga.

Membuat pria lebih menarik
Kebanyakan wanita tertarik pada pria yang tak lagi sendiri alias sudah menikah. Mengapa demikian? Hal ini bukan berarti pria menikah bisa tertarik lagi pada wanita lain selain istrinya. Namun, dari hasil jajak pendapat, kebanyakan wanita memang lebih mengagumi pria menikah ketimbang pria lajang. Hal ini bisa menambah rasa percaya diri seorang pria.

Membawa keuntungan finansial
Ada banyak keuntungan finansial yang terkait dengan perkawinan. Sebagai permulaan, tunjangan dari perusahaan tempat bekerja akan ditambah, selain untuk pribadi, istri dan anak juga akan mendapatkan asuransi kesehatan. Suka atau tidak, setiap tunjangan dirancang oleh perusahaan untuk membuat hidup lebih mudah bagi pasangan yang sudah menikah.

Seks aman
Pria menikah pastinya bisa berhubungan seks lebih sering dari pria lajang. Itu fakta yang didukung sebuah studi yang dilakukan oleh Kinsey Institute. Hasil penelitian mengungkapkan, 23% pria tidak menikah secara berkala menikmati hidup setiap tahun tanpa seks, sementara hanya 1% dari pria menikah yang jarang menikmati seks.
Jadi, sesungguhnya akan banyak godaan bagi pria lajang untuk melakukan seks bebas dan berisiko menderita penyakit menular seksual. Tak hanya itu, penghasilan mereka juga akan habis hanya untuk menikmati kehidupan seks terlarang.

Lebih bahagia
Sebuah studi terbaru yang dilakukan di Universitas Australia menunjukkan, pria menikah lebih bahagia dibandingkan pria lajang. Bahkan, tingkat kebahagiaan pria menikah lebih tinggi 135% dari pria lajang. Dalam perkawinan, seorang pria bisa merasakan kestabilan dan dukungan yang memungkinkan dirinya untuk berhasil dalam semua aspek kehidupan lainnya.

Selasa, 17 Mei 2011

Ikhwan dan Akhwat Sejati




Ikhwan dan Akhwat yang Sejati
Seorang remaja ikhwan bertanya pada ibunya:
Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…

ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya….
ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakankebenaran…..
ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …
ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…
ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya…
ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…
ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…….
Setelah itu, ia kembali bertanya…” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu,Ibu ?”Sang Ibu memberinya buku dan berkata…. “Pelajari tentang dia…” ia pun mengambil buku itu “MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu…
Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”. Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:
Anakku …
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara
Sang ayah diam sejenak sambili melihat ke arah putrinya
“ Lantas apa lagi Abi? ”, sahut putrinya
Ketahuilah putriku …
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa sabar dan syukur
Dan ingatlah …
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat kelincahannya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatannya dalam pergaulan
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarilah mereka!” Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rosulullah”
“Wanita Itu Perhiasan Dunia..Seindah Perhiasan Dunia Adalah Wanita Solehah”
Mutiara Hati:

Tidak semua yang kita mahu boleh didapat. Jika Allah tidak memberi sekarang, ia akan ditunda atau diganti yang lebih baik.=)

Cerita Singkat 2




Assalamu’alaikum wr.wb

Saudara-saudariku yang aku banggakan, semoga cerita berikut dapat bermanfaat bagi temen2 yang bersedia membaca, paling tidak menimbulkan kesan dihati temen2ku sekalian,,, CEKIDOT :

Pada jaman dahulu, tinggalah 1 keluarga yang begitu harmonis dan senantiasa menggambar senyum diwajahnya. Sang suami sangat sayang kepada bidadari satu-satunya yang ia miliki di dunia dan Sang Istripun sangat menghormati dan membanggakan sesosok pemimpin keluarga yang selalu dihatinya. Mereka telah hidup seatap lebih dari 10 tahun, seorang istri belum pernah melihat suaminya mengurangi kasih sayang kepadanya. Namun suatu hari, setelah pulang dari sebuah pengajian, sang istri pun memberanikan diri untuk mengucapkan kata yang tak berani dipikirkan oleh suaminya.

Sang Istri : Suamiku…ijinkan aku meminta sedikit waktuku untukku?

Sang Suami : Adindaku sayang, Seluruh waktu dalam nafasku hanya untukmu,

Sang istri : terimakasih suamiku, aku ingin kita berpisah,,.

Sang Suami : (Bagai mendengar ledakan tangki2 Nuklir Jepang, Sang suami pun terdiam beberapa saat) dinda apa yang membuatmu berkata seperti itu?

Sang Istri : Suamiku yang selalu ada di hatiku,,, aku tak mau bersama satu rumah dengan orang yang tidak dicintai Allah Azzawajalla.

Sang Suami : Apa maksudmu dinda...bukankah kita senantiasa memujiNya setiap akhir jama’ah kita,,,bukankah disetengah malamnya kita selalu terbangun untuk mengingatnya,,,Aku sangat mencintaimu dan Dzat Yang membuatmu terlihat lebih indah di mataku.

Sang Istri : (Sang dinda menjawabnya dengan derai airmata yang keluar dari airmata)

Sang Suami : Baiklah adinda aku memberikan talak atasmu dan akan segera pergi, namun bukan dari hatimu dan jangan salahkan aku bila ku tetap mencintaimu.

Sang Istri : (Tak seperti istri tahun 2011, yang mengantar suaminya dengan bentakan, dan kata-kata yang menusuk hati, Sang Istri menyiapkan bekal makanan dan pakaian buat Sang Suami).

Mereka berdua keluar dari rumah, sang suami pun menyiapkan Kuda Arabnya untuk meninggalkan istri tercintanya. Sang Istri memberikan bekal kepada suaminya dan mengucapkan salam bercampur air mata. Sang Suami pun menjawab salam tersebut tanpa kecupan di kening seperti biasanya. Naiklah Sang Suami ke Kuda yang besar tinggi dan gagah tersebut. Karena terlalu (Saking) Sayangnya Sang Istri pun terus melihat kepergian Malaikat yang selalu menjaganya selama ini. Lima meter dari rumah, Sang Suami masih berpikir apa maksud dari kata-kata Sang Istri, kemudian mengumpat dalam hati.

Sang Suami : (Seakan tak mengenal kata syukur) ya rabb segala penguasa cinta, apa salah hamba sehingga engkau pisahkan hamba dengan istriku!!!

Disaat itu pula, Sang Suami terjatuh dari kudanya. Tak seperti kuda ecek2 yang setinggi pohon cabe, Sang Suami terjatuh dari kuda Arab yang tinggi sehingga kaki Sang Suami pun patah.

Sang Suami : Astagfirullah,,,ya Rabb....(terus merintih kesakitan)

Sang Istri : (Sang Istri yang sedari tadi melihat Sang Suami dengan tangisan sesaat itupula berubah menjadi senyuman) Alhamdulillah ya Rabb....(sembari berlari membantu suaminya)

Sang Suami : (Sang suami yang merasa sangat kesakitan, tiba2 sakitnya hilang berganti dengan rasa penasaran) Adinda apa maksud dari semua ini...Apakah engkau benar-benar benci kepadaku?

Sang Istri : Kakanda...Aku sangat mencintaiMu namun tak melebih cintaku kepada Tuhanku, selama aku tinggal bersamamu tak pernah kulihat engkau sakit atau pun merasa resah....dari pengajian tadi, seorang yang dicintai Allah adalah seorang yang pernah merasa sakit ataupun resah karena itu adalah peringatan untuk selalu mencintai Allah Azzawajallah. Kakanda maukah engkau menerimaku untuk kembali menjadi istrimu lagi?

Sang Suami : Alhamdulillah ya Rabb,,, adinda...bukannya aku tak pernah sakit namun aku tak mau kamu cemas melihatku sakit. Dan aku tak pernah resah karena engkau selalu disampingku dan selalu mendengarkan seluruh keinginanku. Adinda maukah kamu menjadi Istriku dan kembali mengisi hatiku kembali?

Sang Istri : He’em...(sambil mengaggukkan kepala).



Alhamdulillah ceritanya sudah selesei, ketika seseorang mendapatkan masalah atau merasakan sakit, bukan berarti Allah Azzawajalla membencinya justru Allah sangat menyayangi Hambanya sehingga ketika orang tersebut melakukan kesalahan atau maksiad kemudian Allah mengingatkannya dengan rasa sakit dan gelisah. Example : ni buat co...sering kita jumpa seorang co yang melotot matanya ketika melihat aurat sexy seorang ce, Nah kalo co yang disayangi Allah...5 menit,30 menit, atau 1 jam setelah insiden lototan tersebut pasti akan merasakan dampaknya seperti kemasuka gajah, atau waktu jalan kesandung sepur!!!hehe bgitu jg sebaliknya kalo kita nggg ada masalah apa setelah insiden,,,kita musti introspeksi diri,,,apa kita disayangi Allah yak!!!

Ketika Taat kepada Allah SWT menjadi SAKSI CINTA kita ( Puisi Tausiah )



Dalam kehidupan berumah tangga, kata Taat harus menjelma menjadi kenyataan
Bukan sekedar hiasan yang menumpuk dalam teori di otak kita
Taat disini adalah, semua aktifitas kita bersandar pada aturan langit
Membingkai semua itu, dalam kesadaran dalam kehidupan berumah tangga sehari-hari.
Ketika kita mampu melakukan itu semua
Maka riak, maka celupan badai dalam rumah tangga, yang kita kenal dengan nama MASALAH
Akan terselesaikan dengan sendirinya, inilah yang dinamakan proses PEMBELAJARAN menuju kedewasaan.
Karena Rumah Tangga Sholeh itu berdiri diatas Masalah yang terselesaikan dengan baik.
Karena Rumah Tangga Sholeh itu, mengurai masalah menjadi kebaikan dalam pelangi penyelesaian.
Karena Rumah Tangga Sholeh itu tidak ada dengan instant, semua melalui proses, proses menjadi dewasa, proses meredakan badai dan amukan topan, proses saling belajar dan saling memahami satu sama lain diantara suami dan istri serta anak-anak.
Maka Taat pada Allah SWT, bukan hanya hiasan dalam janji setelah akad
Maka Taat pada Allah SWT, bukan hanya imajinasi dalam hayalan sepi tentang Rumah Tangga
Karena Taat pada Allah SWT itu artinya pembuktian
Karena Taat pada Allah SWT itu artinya engkau sebagai suami harus memahami fungsi seorang qowwam
Karena Taat pada Allah SWT itu artinya engkau sebagai Istri harus memahami makna kata AMANAH
Karena Taat pada Allah SWT itu artinya engkau sebagai anak, harus memahami jiwa kebaikan orang tua.
Karena dalam kamus Rumah Tangga Sholeh, TAAT itu adalah SAKSI CINTA,pembuktiaan akan amanah Allah ini.
Inilah seni dalam berumah tangga, membingkai Taat dengan energy cinta

Selasa, 10 Mei 2011

Gadis kecilku ( 9 januari )

Gadis kecilku.....
Masih ingatkah kau diwaktu kecil kita,,,,di saat pertama kita bertemu...???
Disaat itu kulihat dirimu murung,bahkan setiap kamu lihat aku.....tak pernah rasanya kau tersenyum J wahai gadis kecilku,aku selalu teringat waktu-waktu indah saat itu....saat kita bertengkar dan akhirnya aku dimarahi Ibu guru (Ibu endang) guru biologi...subkhanallah “



Awalnya dirimu bagai bunga yang tak mau dihisap madunya oleh sang kumbang,yaitu diriku.

Surat cinta pertamaku ternyata mampu mempersatukan kita gadis kecilku....waktu itu dirimu bagai bunga yang selalu menanti kedatanganku (sang kumbang) untuk dihisap madunya....alkhamdullilah,waktu itu bahagia rasanya....ibarat pelangi yang selalu ada untuk memberi  keindahan bagi sang bumi.....damai rasanya,hari-hariku terasa indah saat kau ada dihatiku wahai gadis kecilku,senang dan semangat ketika pagi,di saat bergegas berangkat ke sekolah.....SMP N2 KEMUSU....menyimpan sejuta indah masa kecil kita.

Gadis kecilku,masih ingatkah dikala ulang tahunmu...??keberi seberkas tulisan indah dari lubuk hatiku yang paling dalam,kalau aku ini sangat menyayangimu gadis kecilku...kuberi sehelai benang untuk melindungi  badanmu dari panasnya siang,dinganya malam,,,,
Gadis kecilku,hari demi hari kita lalui bersama,susah senang,bahagia maupun sedih kit ajuga selalu bersama....alkhamdullilah “

Waktu demi waktupun berlalu gadis kecilku,tak terasa kenaikan kelas membuat kita sedikit jauh...tapi ngak papa gadis kecilku,kita masih satu sekolahan....ucapku  “ haripun berganti dan akhirnya kau meninggalkanku .....meninggalkanku karena kau harus pindah sekolah...!!!
Taukah kau gadis kecilku waktu kau tinggalkanku....?? aku bingung mencari mu...akupun sedih dan tak tau harus bagaimana..??wahai gadis kecilku.....dimana kau berada.?

Akupun  kesana kemari,menanyakan kepada seribu teman-temanmu....” wahai teman,taukah kamu sang gadis kecilku...??teman-temanmupun menjawab “aku tak tau,gadis kecilmu dimana berada...putus asa aku mencari gadis kecilku,,,,” ya Allah harus kemana aku mencari gadis kecilku....??
Haripun berganti hari dan tahunpun berganti....sekian lama aku menunggumu gadis kecilku,dah akhirnya kamu datang “ datang dengan sesuatu yang membuat aku sedih.... :-)

Bagaimanapun juga kaulah yang pertama mengisi hatiku gadis kecilku...tak mudah aku melupakan kenangan indah kita,,,,kau pernah menjadi miliku gadis kecilku...”salahkah bila sampai sekarang aku menyayangimu...??
Gini kau menjadi milik orang lain....”
jangan pernah lupakan kenangan yang kita lalui waktu itu gadis kecilku..!!! 

Dear 9 Januari __^^__